Jumat, 14 Juni 2019

Lebaran bahagia, lebaran gelisah


Suhendra bekerja pada seorang teman sebagai drafter freelance di daerah Bekasi. Pemilik tempat kerja itu namanya pak Heri. Pas mau libur lebaran belum juga menerima gaji. Pak Heri selaku pemilik tempat kerja itu, selalu punya perasaan gak enak terhadap rekan pekerjanya jika saat-saat gajian selalu terlambat. Tapi Suhendra selalu bilang bahwa semua pengalaman yg kita miliki adalah takdir yg harus dijalani.
gambar ilustrasi suasana ruang tempat suhendra bekerja
Diruang kerja Suhendra

        Pekerjaan utama kita adalah membuat gambar desain gedung yang diambil dari kantor-kantor perencana di kota. Setelah pekerjaannya selesai, baru pembayarannya bisa cair. Bila pembayaran dari kantor atau perusahaan tersebut terkendala, gajianpun suka telat. Begitulah sika dukanya. Pada saat gajian kembali terlambat, pak heri agak kelihatan bimbang.
Pak Heri         :  Ndra, gimana ya, gajian kali ini kita kembali telat.”
Suhendra    :  “gak apa-apa pak, habis mau bagaimana lagi?” ( Suhendra berusaha menenangkan).
Pak Heri     :  saya khawatir, nanti nanti dirumah kalian yang bermasalah, kan yang dirumah pasti gak mau tahu.”
Suhendra     :  “alhamdulillah sih kalau istri saya itu sudah sangat pengertian dan sabar. Asal kitanya jujur dan apa adanya.”
Pak Heri        :  tapi saya juga gak diam saja sih, tetap kita kejar.”
Suhendra      :  “begini pak, kehidupan ini sudah ada yang mengatur, sudah takdir, kita cuma bisa berusaha, apapun bentuk usahanya, yang diataslah yang menentukan hasilnya. Begitupun dengan yang namanya rezeki. Saya yakin bahwa rezeki kita tidak akan tertukar dengan orang lain.”
Pak Heri         :  “iya sih.”
Suhendra     :  “saat kita menerima cobaan kondisi seperti ini, saya selalu mengajarkan kepada istri saya untuk tidak perlu emosi, karena emosi itu tidak akan menghasilkan solusi, malah menambah masalah.”

       Pak Heri sudah mulai kelihatan agak nanar. Entah karena terharu atau sedih. Kemudian kembali Suhendra melanjutkan cerita.
Suhendra    :  “lagi pula nanti orang disekeliling kita malah menjauhi kita karena kita memperlihatkan emosi. Sepertinya mereka tidak akan betah bila melihat kita marah marah gak jelas.”
Pak Heri        :  “biasanya itukan cuma efek dari kekesalan atau kekecewaan seseorang.”
Suhendra      :  “ya barangkali tidak ada salahnya jika kita bersabar sedikit pak.”
Pak Heri        :  “ada loh orang yang mengatakan sabar itu juga ada batasnya.”
Suhendra     :  “kalau menurut saya sih itu namanya ya tidak sabar. Karena sabar itu dituntut selama kita hidup. Insya Allah buah sabar itu sangat manis rasanya. Lebih baik selama kita mengolah sifat sabar itu hendaknya kita tambah bumbunya yang bagus, yaitu do’a. Supaya kita bisa cepat merasakan hasil kesabaran itu dengan maksimal.”
Pak Heri       :  “semoga saja semua pengalaman ini ada hikmahnya ya !”
Suhendra     :  “ya betul pak. Mari kita lanjut pekerjaan kita !”

             Begitulah suasana ditempat kerja Suhendra. Karena tingkat strees yang agak tinggi dan selalu menimbulkan potensi di setiap harinya, para rekan suka saling memberikan nasehat agar suasana kerja selalu merasa adem dan menyejukkan.

Tidak ada komentar: