Ibu kandung Suhendra baru saja tiada, tinggal ibu mertua saja yang tersisa. Tapi Suhendra tidak akan pernah membedakannya. Suhendra bertekad bahwa sisa waktu umur ibu mertua akan diisinya dengan berbakti kepadanya. Didalam pikiran suhendra, jika ingin memperoleh keberkahan dalam hidup, maka bahagiakanlah ibu.
Suatu saat ibu mertua sedang sakit. Anak-anaknya merayu ibunya untuk segera berangkat ke dokter terdekat untuk berobat. Begitupun dengan istrinya Suhendra yaitu Sari. Dia berusaha mengajak ibunya untuk segera berobat supaya bisa cepat sehat.
![]() |
| Merawat ibu by Suhendra |
Ibu : “tidak ah. Nanti juga sembuh sendiri.”
Sari : “bu, tidak ada sakit yang bisa sembuh sendiri, belum tentu. Semua harus ada jalannya.”
Ibu : “nanti merepotkan kalian”
Sari : “untuk ibu, semuanya tidak akan merasa repot, ini sudah waktunya kami merawat ibu.”
Ibu : “memangnya kamu punya uang untuk mengobati ibu ?”
Sari : “sudahlah bu, tidak perlu menanyakan itu. Lagian ayahnya anak-anak juga pasti setuju kok.”
Ibu : “siapa yang akan membawa ibu ke tempat dokternya ?”
Sari : “ayahnya anak-anak yang akan membawa ibu pake motor. Lagi pula ,mas Suhendra kan lagi libur nih. Nanti kita juga ikut pake motor lain mengantar ibu kesana.”
Ibu : “apa dia mau mengantar ibu ke dokter ? nggak malu gitu membawa ibu ?
Sari : “kalau ibu tidak percaya, sebentar saya panggil ayahnya anak-anak. Yaah... tolong kemari sebentar ! “,( Sari memanggil suaminya ).
Ibu : “iya bu ada apa ?”
Sari : “ayah mau nggak mengantar ibu ke dokter ?”
Suhendra : “kenapa harus gak mau ? gak ada masalah tuh. Emangnya kenapa ?”
Kemudian Sari agak mendekat kepada suaminya untuk berbisik :
Sari : “yah, kayaknya ibu gak pernah mau kalau meminta sesuatu sama ayah langsung.”
Suhendra : “sini bu ayah jelasin, ayah tidak akan pernah membeda-bedakan antara ibu kandung sama ibu mertua. Karena semuanya sama saja. Malah seharusnya selagi ibu kandung atau ibu mertua masih ada, hendaknya kita membahagiakannya. Jika ibu merasa bahagia oleh kita, insya Allah mereka ridha dan Allah pun akan ridha. Jika sudah demikian kebahagian kita dunia akhirat insya Allah akan kita dapatkan dengan mudah.”
Sari termenung sejenak. Lalu Suhendra melanjutkan cerita.
Suhendra : “ada cerita bahwa ibu seorang diri sanggup merawat anak-anaknya yang lebih dari satu. Tapi ketika ibundanya telah renta, anak-anaknya yang lebih dari satu itu malah tidak mampu untuk merawat ibu yang telah berjuang membesarkan mereka. Sungguh keterlaluan kan bu, nah ayah tidak ingin termasuk kepada golongan anak yang seperti itu.”
Sari : “yah, sungguh mulia hatimu. Terima kasih telah menyayangi ibuku.”
Suhendra : “sudah kewajiban kita kali bu. Ya udah..yuk kita antar ibu kedokter. Supaya cepat sembuh.”
Sari : “ya udah yuk berangkat sekarang.”
Akhirnya mereka bergegas berangkat kedokter untuk mengobati ibunya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar