Sabtu, 29 Juni 2019

Hukuman bagi istri durhaka


Setelah 8 tahun menikah, istri Suhendra malah selingkuh dengan dalih tidak dicukupi secara ekonomi. Cekcokpun tidak  jarang selalu terdengar setiap hari.

Suhendra   :    “mah, kenapa sih harus keluar dari pagi pulang malam hari tanpa memberi       tahu ayah ? bukankah istri keluar harus seijin suaminya ?”
Istri             :    “untuk apa dirumah, minta uang saja tidak dikasih. Perempuan itu                     kebutuhannya banyak.”
gambar ilustrasi cerita kehidupan rumah tangga yang berujung penyesalan jika salah seorang diantaranya melakukan perbuatan salah
Menyesal by Suhendra
Suhendra   :     “bagaimana mau memberi uang dengan layak ? bapak kamu saja tidak             pernah memberikan kejelasan tentang gaji. Padahal ayah sudah kerja sama     bapak dari pagi hingga malam.”
Istri             :     “makanya cari kerja yang benar.”
Suhendra   :     “lho..ini juga kan bukan keinginan ayah. Dulu waktu ayah masih kerja di            pabrik, ibumu selalu menyuruh ayah keluar supaya mendapat pesangon.          Sekarang uangnya sudah ayah kasih untuk membantu bapakmu                      membayar  hutang-hutangnya. Ayah sudah berkorban. Bersabarlah sedikit,      barangkali nanti kita bisa sejartera lagi, bukannya malah keluyuran gak            jelas  !”
Istri             :    “mamah capek yah hidup sengsara, pengen banyak uang kayak orang-              orang  !”

Begitulah gambaran keseharian mereka. Belakangan para tetangga malah sering melihat istri Suhendra jalan bareng laki-laki di luar rumah. Sering Suhendra dinasehatkan oleh para tetangga yang merasa prihatin dan kasihan kepada Suhendra. Tetapi nasehat Suhendra kepada istrinya sudah tidak mempan lagi.

Akhirnya Suhendra memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya. Seiring waktu berjalan Suhendra mulai bekerja lagi dari nol menjadi buruh bangunan. Itupun cuma sebagai pembantu tukang, karena tidak mempunya kemampuan yang memadai. Setelah beberapa waktu terdengar bahwa istrinya itu dinikahkan lagi oleh orang tuanya dengan lelaki lain. Padahal belum ada serah terima perceraian. Sungguh merasa sakit hati Suhendra kala itu.

Beberapa bula kemudian Suhendra memberanikan diri untuk berkunjung kerumah mantan mertuanya. Dengan berat hati Suhendra menyatakan dengan langsung bahwa dia menyerahkan lagi mantan istrinya kepada orang tuanya walaupun sudah menjadi milik orang lain. Setelah itu Suhendra pulang untuk melanjutkan cerita kehidupan dan masa depannya.

Setelah 5 tahun berlalu Suhendra pulang kekampung halamannya bertemu dengan orang tuanya setelah melaksanakan pernikahannya yang kedua dengan Sari. Orang tua Suhendra sangat senang dan sangat menunggu kedatangan menantunya itu setelah minggu lalu melaksanakan pernikahaannya yang meriah itu. Sanak saudara dan handai taulan dari kedua belah pihakpun turut bersuka cita kala pernikahan itu berlangsung.

Ibu Suhendra   :   “bagaimana perjalannya nak ? jauh bukan ?” ( ibu bertanya kepada sari                                 menantunya )
Sari                  :    “iya bu, lumayan melelahkan.”

Lalu ibu bertanya kepada suhendra.

Ibu Suhendra  :  “nak, kamu sudah mendengar cerita terbaru belum? Tentang mantan   istrimu ?” ( ucap ibunya setengah berbisik )
Suhendra         :     “belum bu, memangnya kenapa ?”
Ibu Suhendra   : “kata tetangga-tetangganya, sekarang malah sering disiksa sama suaminya sekarang. Alasannya ya karena sering keluar untuk selingkuh. Malahan katanya yang tadinya ingin punya suami yang banyak duit, malah sekarang pekerjaannya cuma tukang parkir di depan toko swalayan.”
Suhendra     :   “sudah biarkan saja bu, saya sudah ikhlas. Mudah-mudahan Allah membalas apapun dengan balasan yang setimpal.”

Begitulah cara Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya. Bagi-Nya begitu sangat mudah untuk memutar balikan suatu keadaan. Dari kondisi makmur menjadi sebaliknya. Ataupun sebaliknya. Bagi kita, hendaklah selalu bersyukur atas apa yang diberikan Allah kepada kita.


Tidak ada komentar: