Setelah 8 tahun menikah, istri Suhendra
malah selingkuh dengan dalih tidak dicukupi secara ekonomi. Cekcokpun
tidak jarang selalu terdengar setiap
hari.
Suhendra : “mah, kenapa sih harus
keluar dari pagi pulang malam hari tanpa memberi tahu ayah ? bukankah istri
keluar harus seijin suaminya ?”
Istri : “untuk apa dirumah, minta uang saja tidak
dikasih. Perempuan itu kebutuhannya banyak.”
![]() |
| Menyesal by Suhendra |
Istri : “makanya cari kerja yang benar.”
Suhendra : “lho..ini juga kan bukan keinginan
ayah. Dulu waktu ayah masih kerja di pabrik, ibumu selalu menyuruh ayah keluar
supaya mendapat pesangon. Sekarang uangnya sudah ayah kasih untuk membantu
bapakmu membayar hutang-hutangnya. Ayah sudah berkorban. Bersabarlah sedikit, barangkali nanti kita bisa sejartera lagi, bukannya malah keluyuran gak jelas !”
Istri : “mamah capek yah hidup sengsara, pengen
banyak uang kayak orang- orang !”
Begitulah gambaran keseharian
mereka. Belakangan para tetangga malah sering melihat istri Suhendra jalan
bareng laki-laki di luar rumah. Sering Suhendra dinasehatkan oleh para tetangga
yang merasa prihatin dan kasihan kepada Suhendra. Tetapi nasehat Suhendra
kepada istrinya sudah tidak mempan lagi.
Akhirnya Suhendra memutuskan
untuk pulang ke rumah orang tuanya. Seiring waktu berjalan Suhendra mulai
bekerja lagi dari nol menjadi buruh bangunan. Itupun cuma sebagai pembantu
tukang, karena tidak mempunya kemampuan yang memadai. Setelah beberapa waktu
terdengar bahwa istrinya itu dinikahkan lagi oleh orang tuanya dengan lelaki
lain. Padahal belum ada serah terima perceraian. Sungguh merasa sakit hati
Suhendra kala itu.
Beberapa bula kemudian Suhendra
memberanikan diri untuk berkunjung kerumah mantan mertuanya. Dengan berat hati
Suhendra menyatakan dengan langsung bahwa dia menyerahkan lagi mantan istrinya
kepada orang tuanya walaupun sudah menjadi milik orang lain. Setelah itu
Suhendra pulang untuk melanjutkan cerita kehidupan dan masa depannya.
Setelah 5 tahun berlalu Suhendra
pulang kekampung halamannya bertemu dengan orang tuanya setelah melaksanakan
pernikahannya yang kedua dengan Sari. Orang tua Suhendra sangat senang dan
sangat menunggu kedatangan menantunya itu setelah minggu lalu melaksanakan
pernikahaannya yang meriah itu. Sanak saudara dan handai taulan dari kedua
belah pihakpun turut bersuka cita kala pernikahan itu berlangsung.
Ibu Suhendra : “bagaimana perjalannya nak ? jauh
bukan ?” ( ibu bertanya kepada sari menantunya )
Sari : “iya bu, lumayan melelahkan.”
Lalu ibu bertanya kepada suhendra.
Ibu Suhendra : “nak, kamu sudah mendengar cerita terbaru
belum? Tentang mantan istrimu ?” ( ucap ibunya setengah berbisik )
Suhendra : “belum bu, memangnya kenapa ?”
Ibu Suhendra : “kata tetangga-tetangganya, sekarang malah
sering disiksa sama suaminya sekarang. Alasannya ya karena sering keluar untuk
selingkuh. Malahan katanya yang tadinya ingin punya suami yang banyak duit,
malah sekarang pekerjaannya cuma tukang parkir di depan toko swalayan.”
Suhendra : “sudah biarkan saja bu, saya sudah ikhlas.
Mudah-mudahan Allah membalas apapun dengan balasan yang setimpal.”
Begitulah cara Allah
memperlihatkan kekuasaan-Nya. Bagi-Nya begitu sangat mudah untuk memutar balikan
suatu keadaan. Dari kondisi makmur menjadi sebaliknya. Ataupun sebaliknya. Bagi
kita, hendaklah selalu bersyukur atas apa yang diberikan Allah kepada kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar