Senin, 24 Juni 2019

Karmanya datang juga


Beberapa tahun kemudian pak Eko menelpon Suhendra untuk menayakan kabar. Ujungnya menceritakan kehidupan kakaknya yang menurun drastis.

Suhendra :    “halo apa kabarnya nih ? gimana kabar saudara-saudara pak Eko dan kantornya ?”
Pak Eko    :    “itu dia pak, beberapa tahun kebelakang saya kehilangan jejak saudara-saudara saya sejak pertikaian warisan itu. Tapi kali ini saya malah melihat kakak saya dengan tampilan lusuh tidak seperti dulu. Seperti yang kehilangan segalanya.”
gambar ilustrasi seorang yang kena hukuman karma karena dulunya selalu berbuat tidak baik terhadap orang lain
Karma by Suhendra

Suhendra  :   “kok bisa begitu pak ?”
Pak Eko    :   “lalu saya mencoba menghubungi kerabat, barangkali ada yang tahu ceritanya. Ternyata usahanya gulung tikar, rumah belum punya, istri belum punya. Kasihan juga saya.”
Suhendra  :   “bukannya terakhir saya tahu dia sudah tunangan pak ?”
Pak Eko    :   “tidak jadi pak, dibatalkan oleh pihak perempuan.”
Suhendra  :   “kasihan juga ya !”
Pak Eko    :   “mungkin benar kata pak Suhendra, itu akibat keserakahannya dulu. Sekarang saya bermaksud untuk mencoba menyambung tali persaudaraan kami. Tapi saya ditolak dan di musuhi.”
Suhendra :    “saya kira pak Eko tidak salah. Bapak sudah mempunyai itikad yang baik. Setidaknya sudah dicoba. Masih ingat gak pak yang saya bilang dulu ?”
Pak Eko    :    “iya betul pak. Alam akan menghukumnya. Tapi bagaimanapun dia masih saudara kandung saya.”
Suhendra :    “itu benar dan itu bagus. Dulu pak Eko boleh kecewa. Beruntung bapak tidak anarki. Sekarang bapak boleh tersenyum melihat itu semua. Tapi saya salut, bapak tidak punya dendam.”
Pak Eko   :    “dalam benak saya cuma satu pak, dia masih tetap saudara saya. Dan saya ingin semua rukun kembali. Mungkin saya berharap pak Suhendra mau mendo’akan kami sekeluarga rukun kembali.”
Suhendra :    “insya Allah akan saya do’akan supaya keluarga pak Eko bisa akur lagi.”
Pak Eko   :    “terima kasih banyak ya pak Suhendra atas segala kebaikannya. Semoga tuhan memberkati.”
Suhendra :    “baiklah kalau itu bisa bermanfaat, semoga kita bisa bersilaturahmi lagi.”

Demikian cerita pertemanan antara Suhendra dan pak Eko, walaupun berbeda agama, tapi itu tidak menjadi halangan untuk menjalin persahabatan yang saling memberikan manfaat satu sama lain. Semoga Allah senantiasa memberikan taufik dan hidayahnya bagi kita semua, amiin.

Tidak ada komentar: