Rabu, 31 Juli 2019

Ibu jadi pembantu

Siang itu ibu mertua Suhendra kedatangan anak sulungnya yang rumahnya jauh. Kak Rifandi namanya, datang bersama anaknya. Dia punya maksud kepada ibunya.
Rifandi      :    “bu, ayo segera berangkat nginep dirumahku. Dirumah tidak ada yang masak untuk persiapan acara besok.”
gambar ilustrasi para ibu-ibu yang sedang memasak didapur untuk acara selamatan keluarga. anaknya yang sedang punya hajatan malah ibunya yang di buat repot.
memasak, By Suhendra


Rupanya besok akan ada acara sunatan anaknya kak Rifandi. Memang tidak ada acara spesial sih, cuma masak untuk para tamu kerabat dekat saja. Namun para anak perempuan yang tinggal serumah dengan ibu tidak setuju. Alasannya karena ibu sudah renta dan sering sakit-sakitan.

Wulan       :    “tuh kan, mbak Tita selalu aja gitu kan. Ibunya mbak Tita gak pernah mau bantuin kalo urusan masak kayak gitu. Dari dulu selalu ada aja alesannya. Dasar malas.”
Sari            :    “iya, padahal ibu sudah tua, kesehatannya sudah menurun. Masih saja suka menyuruh mertua untuk kerja.”

   Anak-anak ibu, terutama Wulan dan Sari sebenarnya sudah melarang ibunya untuk melakukan pekerjaan rumah. Ibu sudah tua, bapak sudah tidak ada. Jadi seharusnya ibu banyak istirahat saja dirumah, sudah saatnya pensiun karena sudah tidak perlu ada yang diurus. Anak-anaknya sudah dewasa semua dan sudah pada mandiri. Kalau ibu kecapean sedikit saja, urusannya sudah pasti dokter. Mendingan kalau dokternya gampang ketemu. Ibu tidak mau berobat ke dokter yang lain, maunya ke dokter langganannya saja. Mungkin sudah sugesti kalau ibu berobat ke dokter yang lain, susah sembuhnya. Penyakit dimasa tua sudah mulai muncul semua, seperti darah tinggi, diabetes dan lain sebagainya.

   Jika ibu sudah sakit, maka yang repot anak-anaknya juga. Makanya mereka tidak mau cape. Mereka lebih rela menggantikan ibu untuk mengerjakan segala pekerjaan yang suka dilakukan ibu.

Wulan       :    “mbak Titak tuh, gak bakalan mau tahu kalau ibu tuh sedang sakit. Coba kalau dirawat, yang repotkan kita-kita juga. Gak dipikir ya.”
Sari            :    “waktu bapak dirumah sakit aja, kak Suhendra tuh sama suami mbak Wulan yang bolak balik nungguin di rumah sakit.”
Wulan       :    “ya begitulah..sudahlah.. biar kita aja yang cape masak sekarang. Jangan sampai ibu bantuin kita kerja.”
Sari            :    “aku heran sama besan ibu yang satu ini, kalau ada urusan hajatan,kok selalu ibu yang disuruh kerja. Dia malah gak kerja. Enak sekali ya.”
Wulan       :    “sssttt….sudahlah..nanti kedengaran, gak bagus. Kasihan kak Rifandi. Nanti aja ngobrolnya dirumah. Yuk kita lanjutkan lagi.”

            Begitulah percakapan Wulan dan Sari yang sedang membantu masak dirumah kakaknya, kak Rifandi menjelang acara sunatan anaknya besok hari. Mereka selalu berusaha antisipasi menjaga kesehatan ibunya.

Tidak ada komentar: