Jumat, 05 Juli 2019

Cerita Setelah Lebaran


Bermacam-macam cerita yang muncul setelah selesai merayakan lebaran. Dari mulai kebahagian ataupun masalah-masalah yang timbul. Sudah rutin disetiap tahun dimana masyarakat Indonesia merayakan lebaran.

Begitupun seperti yang terjadi dilingkungan tempat tinggal Suhendra. Acara mudik sudah menjadi tradisi lama yang menjadi wajib dilakukan. Orang kota berbondong-bondong pulang kekampung halamannya masing-masing. Istri Suhendra mengalami kesulitan berbelanja kebutuhan dapur, karena diantaranya pasokan sejumlah komoditas dari produsen tersendat. Banyak orang yang masih menikmati liburan. Cari makanan yang gampang-gampang saja, itu juga seadanya. Beli ayam goreng, nasi goreng, bubur ayam,sate, gorengan, baso dll. Itupun yang pedagangnya yang buka aja atau pedagangnya orang lokal. Belanja langsung kepasar besar jaraknya jauh. Dipasar juga belum pada buka semua.
gambar ilustrasi suasana disaat hari raya lebaran. keluarga dan sanak saudara berkumpul bahagia
Suasana lebaran. by Suhendra

    Ada lagi orang sekampung yang berduyun-duyun berwisata ziarah ke daerah jawa tengah dan jawa timur. Pulangnya banyak yang mengalami sakit karena perjalanan jauh dan memakan waktu sampai 4 hari. Bermacet-macetan dijalanan, biaya makan pun mahal jadinya. Maklum ditempat pariwisata sudah umum harga belanjaan mahal. Beli makan saja bisa sampai 3 kali lipat harganya. Belum lagi pastinya kurang tidur dan istirahat. Walaupun didalam bis cuma duduk saja, tapi badan terasa pegal. Suhendra malah mendingan memilih tidur dirumah dari pada tersiksa dijalanan. Istirahat dirumah lebih nyaman rasanya.

Ketika suhendra jalan-jalan disekitar kampung, istirahatlah didepan rumah seorang dokter. Tampak pengunjungnya banyak sekali. Tempat parkirnya hingga kejalanan saking penuh. Setelah lebaran ini pasiennya lebih banyak dari biasanya. Apakah dari faktor kelelahan atau dari penyebab banyak makanan ? tidak tahulah. Sebelum lebaran, orang-orang pada sibuk belanja segala keperluan. Termasuk makanan dan pakaian. Ada pula yang sibuk beli aksesoris dan perkakas. Lalu setelah lebaran malah sibuk pada ngantri berobat ke dokter.

Ada yang sibuk mempersiapkan pesta sunatan, pesta pernikahan, pesta reuni dan lain sebagainya. Mungkin karena merasa waktunya bagus selagi masih banyak uang.

Ketika Suhendra nongkrong didepan rumah, ada tetangga yang lewat menyapa :
Tetangga  : ”kang tidak mudik nih ?”
Suhendra : “tidak ah, emangnya kenapa ? orang tua juga sudah tidak ada.”
Tetangga  : “kan masih ada saudara kali ?”
Suhendra : “masih ada sih, tapi males ah, jalanannya macet.”
Tetangga  : “ah itumah sudah biasa kali.”
Suhendra : “bosan aja dari dulu ngalamin macet saat mudik.”

Biasanya Suhendra pilih bulan–bulan lain saja setelah lebaran selesai untuk berangkat pulang kampung. Lalulintas luar kota sudah agak mendingan dari kemacetan dan perjalananpun bisa lebih cepat dari pada saat-saat lebaran.

Begitulah suasana setelah lebaran di kampung Suhendra tahun ini.

Tidak ada komentar: