Dijaman
sekarang ini yang namaya hp sudah jadi barang penting. Saking pentingnya,
kemanapun pergi hp selalu tidak boleh ketinggalan. Setiap ada kesempatan hp
selalu dibuka, dimanapun. Dulu ketika belum jaman hp, saat berkumpul dengan
teman, masing-masing pasti selalu berinteraksi. Tapi sekarang saat kita kumpul
bareng teman, pasti semua kepala tertunduk menatap layar hp. Sampai-sampai yang
dulu disekolah diajarkan macam-macam barang kebutuhan primer atau pokok yaitu
sandang pangan dan papan, malah sekarang ditambah dengan pulsa yang juga
menjadi kebutuhan pokok.
![]() |
| main Hp di motor by Suhendra |
Ditempat kerja suhendra, salah
seorang temannya yaitu Panji ditelpon
temannya untuk mudik dari jakarta ke jawa pake motor. Panji senang mendapat
tawaran itu. Dia berpikir bisa merasakan sensasi perjalanan jarak jauh pake
motor. Temannya sengaja mengajak Panji agar bisa gantian pake motor. Lalu Panji
mencoba meminta ijin kepada Ibunya.
Panji : “bu, saya nanti pulang kesitu pake
motor bareng teman. Bolehkan bu ?”
Ibu : “jangan ah nak,
Ibu khawatir terjadi apa apa dijalan. Kan bukan jarak deket lho.”
Panji selesai meminta ijin Ibunya. Begitu
telpon ditutup, dia sedikit kecewa. Padahal tadinya dia sangat antusias
terhadap ajakan temannya itu. Tapi dia tidak kehabisan akal. Dia mencoba
menelpon kakak perempuannya.
Panji : “halo kak, Panji mau minta ijin
nanti mudiknya Panji mau pake motor bareng teman. Boleh kan ?”
Kakak : “sebenarnya sih kakak kawatir. Tapi
ya biasanya kamu gak bisa dilarang. Jadi ya terserah kamu lah. Kamu udah besar.”
Panji : “terima kasih banyak kak.”
Pagi hari teman
Panji sudah tiba menjemputnya dan siap berangkat. Panjipun sudah mengepak
tasnya sedari malam tadi. Jadi pagi ini Panji sudah siap berangkat. Setelah pamitan
ke tetangga kostnya, mereka berangkat dengan hati yang gembira.
Siang hari
Panji megirimkan pesan whatsapp kepada suhendra yang isinya : “saya sudah lewat perbatasan jawa
tengah”. Begitulah isi pesannya karena
memang suhendra meminta selalu dikabarin terus selama dalam perjalannya.
Jam 20 sudah
nampak terlihat di layar hp suhendra. Aplikasi whatsapp di bukanya tetapi sejak
dari siang belum ada lagi pesan kabar dari Panji. Suhendra bertanya tanya, ada
apa gerangan. Tepat jam 21 ada oesan masuk tapi dari nomor yang tidak dikenal
yang berisi : “maaf, ini
Panji sudah sampai rumah. Ini pake nomor kakak karena hpnya jatuh dan hilang
ditengah perjalanan tadi sore”.
Suhendra : “oo..pantesan. Nah ini dia. Padahal
dari awal Ibunya sudah tidak setuju. Ya ini
satu bukti bahwa firasat orang tua tidak pernah salah. Cuma begitulah sifat
anak, selalu penasarang dengan larangan orang tua.”
Pesannya
adalah doa restu orang tua lebih utama daripada memaksakan kehendak sendiri. Masih
mending cuma kehilangan hp, belum kehilangan nyawa. Harta dunia masih bisa
dicari, kalau nyawa tidak bisa terganti. Selama orang tua kita masih ada,
marilah kita muliakan mereka. Jangan sampai kita menyesal dikemudian hari.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar