Rabu, 07 Agustus 2019

Do’a penyembuh

 Siang itu Sari telah selesai membantu masak di rumah kak Rifandi untuk acara selamatan sunatan anaknya. Namun sepulangnya dari rumah kak Rifandi, Sari merasa perutnya mulas-mulas. Kemudian dia lari ke wc. Tapi setelah keluar dari wc, rasa mulas diperutnya berkelanjutan. Sari berbaring dikamar sendirian. Ketika Suhendra masuk kekamar, didapatinya Sari sedang meringis burguling-guling.
gambar ilustrasi orang-orang yang sedang sholat berjamaah di masjid
Do'a penyembuh. By Suhendra

Suhendra      :    “kenapa bu ?”
Sari               :    “sakit yah.”
Suhendra      :    “apanya yang sakit bu ?”
Sari               :    “perut mules sekali.”
Suhendra      :    “makan apa tadi ? coba ingat-ingat !”
Sari               :    “makan apa ? makan pedas juga tidak !”

 Suhendra kembali ke ruang tengah nonton tv. Beberapa saat kemudian, karena merasa khawatir, suhendra kembali kekamar untuk melihat istrinya itu. Begitu masuk kamar, tampak Sari sedang meringis dan berguling-guling. Sepertinya sakitnya belum juga reda. Suhendra mulai curiga.

Suhendra      :    “belum mendingan juga bu ?”
Sari               :    “malah makin sakit.. aduuh..”
Suhendra      :    “sini bu, ayah coba panjatkan do’a kesembuhan. Mudah2an Allah                      memberikan kesembuhan dan mengangkat penyakit yang diderita ibu.”

      Suhendra mulai meraba perut Sari. Kontan suhendra merasakan aura merinding ditengkuknya. Biasanya sih itu ada gangguan yang tidak terlihat oleh mata telanjang, wallohu a’lam. Tapi begitu suhendra mengetahui indikasinya seperti itu, dia sudah tahu. Yang harus dilakukan pertama kali adalah tidak usah panik. Karena panik adalah serangan pertama yang ditujukan bagi orang yang mencoba mengobatinya. Lalu kemudian Suhendra mulai membacakan ayat al qur’an. Surat yang dibaca pertama kalinya adalah surat al fatihah sebanyak 7 kali sambil diusap-usapkan ke perut istrinya itu. Setelah selesai surat yang pertama, lalu dilanjutkan dengan surat al baqoroh. Walaupun tidak hafal semua, tapi dengan keyakinan yang tinggi, suhendra mulai membacaka ayat 1 sampai dengan ayat 5, lalu ayat kursi dan diakhiri dengan 2 ayat terakhir dari surat a lbaqoroh  tadi. Setelah itu kemudian Suhendra berdo’a kepada Allah sambil terus megusap-ngusap perut istrinya.

Suhendra    :  “ya Allah, berilah kesembuhan kepada istriku, usirlah segala bentuk                  gangguan yang ada di dalam tubuh istriku ya Allah. Amiin.”

  Demikian Suhendra berdo’a dengan suara yang tidak bergumam atau berbisik tetapi terdengar pula oleh Sari. Suhendra merasa yakin dengan cara seperti itu, karena sudah sejak lama dia selalu melakukan cara seperti itu apabila dirasa ada yang aneh.

 Setelah selasai dikamar, suhendra kembali ke ruang tengah untuk melanjutkan nonton acara di tv. Sari sudah lebih tenang sekarang. Sejak tadi meringis, nafas Sari begitu cepat karena menahan rasa sakit. Suhendra membiarkan Sari tertidur. Satu jam kemudian, Sari keluar kamar menemui suaminya.

Suhendra   :    “bagaimana bu, sudah baikan ?”
Sari            :    “Alhamdulillah yah, sudah mendingan. Tadi sih sakit, mules terus.”
Suhendra   :    “ya syukurlah kalau sudah enakan. Berarti do’a kita di kabulkan. Sekarang        jangan pikirkan dari mana sakit itu datang! Yang penting ibu sudah sehat          lagi.”

     Begitulah kehidupan suhendra didalam rumahnya bersama Sari. Ruqyah adalah petolongan pertama yang senantiasa dilakukan tatkala ada hal-hal yang mencurigakan menyangkut kepada fisik dan psikis.

Tidak ada komentar: