Siang itu Sari
telah selesai membantu masak di rumah kak Rifandi untuk acara selamatan sunatan
anaknya. Namun sepulangnya dari rumah kak Rifandi, Sari merasa perutnya
mulas-mulas. Kemudian dia lari ke wc. Tapi setelah keluar dari wc, rasa mulas
diperutnya berkelanjutan. Sari berbaring dikamar sendirian. Ketika Suhendra
masuk kekamar, didapatinya Sari sedang meringis burguling-guling.
![]() |
| Do'a penyembuh. By Suhendra |
Suhendra : “kenapa bu ?”
Sari : “sakit yah.”
Suhendra : “apanya yang sakit bu ?”
Sari : “perut mules sekali.”
Suhendra : “makan apa tadi ? coba ingat-ingat !”
Sari : “makan apa ? makan pedas juga tidak !”
Suhendra kembali
ke ruang tengah nonton tv. Beberapa saat kemudian, karena merasa khawatir,
suhendra kembali kekamar untuk melihat istrinya itu. Begitu masuk kamar, tampak
Sari sedang meringis dan berguling-guling. Sepertinya sakitnya belum juga reda.
Suhendra mulai curiga.
Suhendra : “belum mendingan juga bu ?”
Sari : “malah
makin sakit.. aduuh..”
Suhendra : “sini bu, ayah coba panjatkan do’a
kesembuhan. Mudah2an Allah memberikan kesembuhan dan mengangkat penyakit yang
diderita ibu.”
Suhendra mulai meraba perut Sari.
Kontan suhendra merasakan aura merinding ditengkuknya. Biasanya sih itu ada
gangguan yang tidak terlihat oleh mata telanjang, wallohu a’lam. Tapi begitu
suhendra mengetahui indikasinya seperti itu, dia sudah tahu. Yang harus
dilakukan pertama kali adalah tidak usah panik. Karena panik adalah serangan
pertama yang ditujukan bagi orang yang mencoba mengobatinya. Lalu kemudian
Suhendra mulai membacakan ayat al qur’an. Surat yang dibaca pertama kalinya
adalah surat al fatihah sebanyak 7 kali sambil diusap-usapkan ke perut istrinya
itu. Setelah selesai surat yang pertama, lalu dilanjutkan dengan surat al
baqoroh. Walaupun tidak hafal semua, tapi dengan keyakinan yang tinggi,
suhendra mulai membacaka ayat 1 sampai dengan ayat 5, lalu ayat kursi dan
diakhiri dengan 2 ayat terakhir dari surat a lbaqoroh tadi. Setelah itu kemudian Suhendra berdo’a
kepada Allah sambil terus megusap-ngusap perut istrinya.
Suhendra : “ya Allah, berilah kesembuhan kepada
istriku, usirlah segala bentuk gangguan yang ada di dalam tubuh istriku ya
Allah. Amiin.”
Demikian Suhendra
berdo’a dengan suara yang tidak bergumam atau berbisik tetapi terdengar pula
oleh Sari. Suhendra merasa yakin dengan cara seperti itu, karena sudah sejak
lama dia selalu melakukan cara seperti itu apabila dirasa ada yang aneh.
Setelah selasai
dikamar, suhendra kembali ke ruang tengah untuk melanjutkan nonton acara di tv.
Sari sudah lebih tenang sekarang. Sejak tadi meringis, nafas Sari begitu cepat
karena menahan rasa sakit. Suhendra membiarkan Sari tertidur. Satu jam
kemudian, Sari keluar kamar menemui suaminya.
Suhendra : “bagaimana bu, sudah baikan ?”
Sari : “Alhamdulillah yah, sudah mendingan.
Tadi sih sakit, mules terus.”
Suhendra : “ya syukurlah kalau sudah enakan. Berarti
do’a kita di kabulkan. Sekarang jangan pikirkan dari mana sakit itu datang!
Yang penting ibu sudah sehat lagi.”
Begitulah kehidupan suhendra didalam rumahnya
bersama Sari. Ruqyah adalah petolongan pertama yang senantiasa dilakukan
tatkala ada hal-hal yang mencurigakan menyangkut kepada fisik dan psikis.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar