Pada bulan puasa, dijalan-jalan sudah
mulai nampak para pedagang kaki lima menjual petasan dan kembang api. Waktu itu
Suhendra jalan sore-sore melewati pasar sambil menunggu waktu adzan magrib
tiba. Lalu anaknya yang masih balita merengek minta dibelikan kembang api.
Suhendra berusaha mengalihkan perhatian. Tapi anaknya terus memaksa untuk
dibelikan kembang api. Akhirnya dengan terpaksa Suhendra membelikan juga.
Setelah keinginannya tercapai, sang anak tentu saja merasa gembira. Padahal ibunya
menggerutu.
![]() |
| Beli petasan By Suhendra |
Malam mulai tiba. Selepas sholat magrib,
dilangit mulai muncul letupan-letupan kembang api. Warna-warni dari letusan
kembang api menghiasi suasana malam.
Uang
sekian banyak dari sekian konsumen dibakarin
Suhendra berpikir sejenak. " inikan
kampung, banyak juga ya yang menyulut kembang api ? Ini sama aja uang
dibakarin. Gak sayang ya orang-orang buang-buang uang hanya untuk beginian.
Padahal orang kampung berbondong ke kota untuk mencari uang. Dengan susah payah
dikota mengais rejeki, datang kekampung dibuang-buang ". Begitu menurut pemikiran
Suhendra. Kalau di jumlahkan dari suara letupannya yang terdengar dimana-mana,
banyak juga uang yang terbuang saat itu saja. Belum kemarin dan belum besoknya.
Tidak
ada manfaat buat konsumen
Buat konsumen sebenarnya tidak ada manfaat. Cuma sekedar
ikut-ikutan euforia atau kesenangan sesaat saja. Tidak seperti membeli makanan
atau pakaian yang manfaatnya dirasakan secara langsung. Tapi ya namanya juga
anak-anak. Cara berpikir mereka juga masih sesaat, belum bisa berpikir jauh
kedepan.
Tapi
sangat menguntungkan bagi pedagang musiman
Tapi lain halnya dengan para pedagang. Mereka sangat
diuntungkan. Dibulan puasa, para pedagang yang biasa berjualan makanan, ada
yang beralih ke jualan kembang api karena prospeknya bagus. Dari pada jualan
makanan sepi, mendingan jualan petasan dan kembang api. Namanya juga
usaha, yang penting dapur tetap ngebul. Kalau tidak kreatif ya tidak makan.
Begitulah kira-kira prinsip bagi seorang pedangang. Setiap musim bisa saja
berganti jenis barang yang ditawarkan kepada calon pembeli supaya bisnis jalan
terus.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar