Kamis, 25 Juli 2019

Minta petasan


Pada bulan puasa, dijalan-jalan sudah mulai nampak para pedagang kaki lima menjual petasan dan kembang api. Waktu itu Suhendra jalan sore-sore melewati pasar sambil menunggu waktu adzan magrib tiba. Lalu anaknya yang masih balita merengek minta dibelikan kembang api. Suhendra berusaha mengalihkan perhatian. Tapi anaknya terus memaksa untuk dibelikan kembang api. Akhirnya dengan terpaksa Suhendra membelikan juga. Setelah keinginannya tercapai, sang anak tentu saja merasa gembira. Padahal ibunya menggerutu.
gambar ilustrasi seorang anak yang sedang melihat dagangan penjual petasan dipasar ketika pulang sekolah
Beli petasan By Suhendra

Letupan suara kembang api hingar dimana mana
Malam mulai tiba. Selepas sholat magrib, dilangit mulai muncul letupan-letupan kembang api. Warna-warni dari letusan kembang api menghiasi suasana malam.

Uang sekian banyak dari sekian konsumen dibakarin
Suhendra berpikir sejenak. " inikan kampung, banyak juga ya yang menyulut kembang api ? Ini sama aja uang dibakarin. Gak sayang ya orang-orang buang-buang uang hanya untuk beginian. Padahal orang kampung berbondong ke kota untuk mencari uang. Dengan susah payah dikota mengais rejeki, datang kekampung dibuang-buang ". Begitu menurut pemikiran Suhendra. Kalau di jumlahkan dari suara letupannya yang terdengar dimana-mana, banyak juga uang yang terbuang saat itu saja. Belum kemarin dan belum besoknya.

Tidak ada manfaat buat konsumen
Buat konsumen sebenarnya tidak ada manfaat. Cuma sekedar ikut-ikutan euforia atau kesenangan sesaat saja. Tidak seperti membeli makanan atau pakaian yang manfaatnya dirasakan secara langsung. Tapi ya namanya juga anak-anak. Cara berpikir mereka juga masih sesaat, belum bisa berpikir jauh kedepan.

Tapi sangat menguntungkan bagi pedagang musiman
Tapi lain halnya dengan para pedagang. Mereka sangat diuntungkan. Dibulan puasa, para pedagang yang biasa berjualan makanan, ada yang beralih ke jualan kembang api karena prospeknya bagus. Dari pada jualan makanan sepi, mendingan jualan petasan dan kembang api. Namanya juga usaha, yang penting dapur tetap ngebul. Kalau tidak kreatif ya tidak makan. Begitulah kira-kira prinsip bagi seorang pedangang. Setiap musim bisa saja berganti jenis barang yang ditawarkan kepada calon pembeli supaya bisnis jalan terus.

Tidak ada komentar: