Kamis, 15 Agustus 2019

Adik ipar mencari kerja


Sudah hampir 4 tahun dari sejak lulus sekolah STM, Bayu belum juga mendapat pekerjaan. Padahal dia sudah sangat ingin punya pekerjaan dan mempunyai penghasilan. Beberapa kali ada informasi lowongan dia segera membuat berkas lamaran pekerjaan. Ada yang dipanggil untuk wawancara dan ada juga yang tidak mengundang wawancara sampai sekarang. Ada juga yang informasinya dari seseorang, berkas lamarannya dititipkan lagi teman tersebut dan menyerahkan uang sogok juga, tapi panggilan tak kunjung datang. Sudah beberapa kali terjadi seperti itu dan sudah banyak uang yang terbuang untuk mencari kerja. Bahkan saudara sendiri pun tega-teganya melakukan penipuan dengan dalih bisa memasukan calon karyawan menjadi buruh pabrik. Sungguh sulit memang hidupnya.
ini adalah ilustrasi gambar adik ipak yang sedang mencari pekerjaan tapi tidak punya keahlian
Mencari kerja By. Suhendra


Sari istri Suhendra yang juga kakak Bayu, merasa kasihan sama adiknya itu. Sari mencoba untuk meminta bantuan suaminya barangkali punya solusi.

Sari          :    “yah, coba sih bantu carikan pekerjaan buat Bayu. Kasihan dia kepingin punya penghasilan.”
Suhendra :  “ayah sebenarnya bukan enggak mau bantu carikan pekerjaan, tapi bagaimana ya bilangnya ?”
Sari          :   “ya kerja apa saja barangkali ?”
Suhendra :  “kalau misalnya Cuma sebagai OB, dikantor sudah ada. Managemen kantor pasti mencari orang seperti itu dari lingkungan terdekat dengan kantor.”
Sari           :   “ibu cuma gak mau dibilang gak mau bantu adik sendiri gitu !”
Suhendra :  “sebenarnya juga ayah sama, ingin membantu juga. Tapi sebenarnya ayah punya cara sendiri. Ini tergantung dia nantinya. Kalau mau ya ikutin, kalau tidak mau mengikutin ya terserah dia.”
Sari           :   “lalu caranya bagaimana ?”
Suhendra :  “lahan pekerjaan itu sebenarnya banyak. cuma kita perlu mempelajari dulu ilmunya supaya keahlian kita berbobot dan bisa bersaing. kalau tidak punya keahlian ya mau kerja apa ? di pabrik saingan banyak. nunggu yang ngajak mau sampai kapan ? mending kalau ada yang ngajak. yang ada cuma yang mau morotin uangnya saja. katanya masukin lamaran sama uang pelicinnya. sampai sekarang gak ada lanjutannya.
Sari           :   lalu sekarang bagaimana ?
Suhendra : sudah sejak lama ayah mau ngajarin dia. banyak bidang keahlian yang berhubungan dengan komputer. tapi dianya gak serius. padahal kalau sudah bisa komputer, ayah yakin nanti gak terlalu sulit mendapatkan kerja.
Sari          :    ya mungkin cara ayah ngajarinnyabyang dia gak suka.
Suhendra :   bu, mau diajarin bagaimana ? materi belajar sudah disiapkan. komputer ada dirumah. dia belajar cuma sekali aja. besoknya gadang lagi sampai subuh cuma main game di hp, siang tidur. pemuda kayak begitu ? bangaimana mau menghasilkan karya ?
Sari          :    “ya dia sifatnya begitu.
Suhendra :   kalau menurut ayah, itu sudah takdir dia. kecuali dia mau berfikir ke arah lebih baik sedari sekarang.

Suhendra sudah lama mencari akal supaya adik iparnya mau belajar dengan keras. tapi takdir belum sampai kepada yang diharapkan. semoga cerita ini menjadi inspirasi bagi semua sahabat kronik Suhendra.


Tidak ada komentar: