Sudah hampir 4
tahun dari sejak lulus sekolah STM, Bayu belum juga mendapat pekerjaan. Padahal dia sudah sangat ingin punya pekerjaan dan mempunyai penghasilan.
Beberapa kali ada informasi lowongan dia segera membuat berkas lamaran
pekerjaan. Ada yang dipanggil untuk wawancara dan ada juga yang tidak
mengundang wawancara sampai sekarang. Ada juga yang informasinya dari
seseorang, berkas lamarannya dititipkan lagi teman tersebut dan menyerahkan
uang sogok juga, tapi panggilan tak kunjung datang. Sudah beberapa kali terjadi
seperti itu dan sudah banyak uang yang terbuang untuk mencari kerja. Bahkan
saudara sendiri pun tega-teganya melakukan penipuan dengan dalih bisa memasukan
calon karyawan menjadi buruh pabrik. Sungguh sulit memang hidupnya.
![]() |
| Mencari kerja By. Suhendra |
Sari istri Suhendra yang juga kakak Bayu, merasa kasihan sama adiknya itu. Sari
mencoba untuk meminta bantuan suaminya barangkali punya solusi.
Sari : “yah, coba sih bantu carikan pekerjaan buat Bayu.
Kasihan dia kepingin punya penghasilan.”
Suhendra : “ayah sebenarnya bukan
enggak mau bantu carikan pekerjaan, tapi bagaimana ya bilangnya ?”
Sari : “ya kerja apa saja barangkali ?”
Suhendra : “kalau misalnya Cuma
sebagai OB, dikantor sudah ada. Managemen kantor pasti mencari orang seperti
itu dari lingkungan terdekat dengan kantor.”
Sari : “ibu cuma gak mau dibilang gak mau
bantu adik sendiri gitu !”
Suhendra : “sebenarnya juga ayah
sama, ingin membantu juga. Tapi sebenarnya ayah punya cara sendiri. Ini
tergantung dia nantinya. Kalau mau ya ikutin, kalau tidak mau mengikutin ya
terserah dia.”
Sari : “lalu caranya bagaimana ?”
Suhendra : “lahan pekerjaan itu
sebenarnya banyak. cuma kita perlu mempelajari dulu
ilmunya supaya keahlian kita berbobot dan bisa bersaing. kalau tidak punya
keahlian ya mau kerja apa ? di pabrik saingan banyak. nunggu yang ngajak mau
sampai kapan ? mending kalau ada yang ngajak. yang ada cuma yang mau morotin
uangnya saja. katanya masukin lamaran sama uang pelicinnya. sampai sekarang gak
ada lanjutannya.”
Sari :
“lalu sekarang bagaimana ?”
Suhendra : “sudah sejak lama ayah mau
ngajarin dia. banyak bidang keahlian yang berhubungan dengan komputer. tapi
dianya gak serius. padahal kalau sudah bisa komputer, ayah yakin nanti gak
terlalu sulit mendapatkan kerja.”
Sari :
“ya mungkin cara ayah ngajarinnyabyang dia gak
suka.”
Suhendra : “bu, mau diajarin
bagaimana ? materi belajar sudah disiapkan. komputer ada dirumah. dia belajar
cuma sekali aja. besoknya gadang lagi sampai subuh cuma main game di hp, siang
tidur. pemuda kayak begitu ? bangaimana mau menghasilkan karya ?”
Sari :
“ya dia sifatnya begitu.”
Suhendra : “kalau menurut ayah, itu
sudah takdir dia. kecuali dia mau berfikir ke arah lebih baik sedari sekarang.”
Suhendra sudah
lama mencari akal supaya adik iparnya mau belajar dengan keras. tapi takdir
belum sampai kepada yang diharapkan. semoga cerita ini menjadi inspirasi bagi
semua sahabat kronik Suhendra.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar