Dikampung tempat
tinggal Suhendra yaitu kampung Kamuning, ada salah seorang pendatang yang
bernama Hardi. Dia punya kamera SLR. Suatu malam setelah hari ketiga lebaran,
dia datang ke rumah Suhendra untuk meminjam tripod.
![]() |
| Pinjam SLR, by Suhendra |
Hardi : "assalaamualaikum"
Suhendra : "wa alaikum salaam. tumben nih
ada apa gerangan ?"
Hardi : "sebelumnnya mau lebaran dulu, minal
aidzin walfaidzin."
Suhendra : "oo iya, sama sama."
Hardi : "ini habis dari mang ubay. mau
pinjam mobil."
Suhendra : "mau mudik ceritanya ?"
Hardi : "bukan. ini pemuda di lingkungan
rumah mau pada jalan-jalan ke puncak bogor. jadi pinjam mobilnya mang ubay."
Suhendra : "waah. masih pada banyak duit ya
?"
Hardi : "iya tuh. saya diminta nyupirin.
sekalian mau pinjam tripodnya"
Suhendra : "ada, sebentar saya ambilkan dulu"
Suhendra masuk sebentar untuk mengambil
tripod kamera di lemari kamarnya
Hardi : "punya saya sudah rusak. terakhir
dipinjam anak-anak. nggak tahu bagaimana pakainya."
Suhendra : "itulah orang-orang. ingin
pinjamnya saja tanpa bisa merawat. mentang- mentang bukan punya sendiri"
Hardi : "itu juga SLR sudah rusak sejak lama"
Suhendra : "bagaimana ceritanya ?"
Hardi : "mungkin karena ketidak tahuan.
ketika pake, auto fokusnya sedang aktif, lensanya malah diputar manual.
akhirnya ya gak jalan lagi auto fokusnya."
Suhendra : "ya begitulah manusia. sok-sokan
mau pinjam barang mahal, cara pakainya aja tidak mengerti. harusnya jangan
dibebasin pinjam san pinjam sini dong, itu kan bukan barang murah ?"
Hardi : "ya susah kang. kalau tidak dikasih,
sayanya yang gak enak nantinya."
Suhendra : "sekarang, mereka suka pinjam
kamera. terus hasilnya mereka apakan ? sering saya lihat mereka gak proses lagi
tuh ?"
Hardi : "gak tahu sih. kalau ada yang pinjam
kamera ke saya, ya saya kasih aja. setelah barang dikembalikan, ya sudah. toh
mereka tidak ada bilang apa-apa lagi."
Suhendra : "nah, berarti betul kata saya.
mereka pinjam untuk gaya doang. buat apa ? kalau saya kan mau di cetak,
diarsip, diedit dan diolah jadi format lainnya. buat usaha juga iya."
Hardi : "ya begitulah kang mereka."
Suhendra : "kalau saran saya sih buat
mereka, mendingan belajar ilmunya yang benar. belajar motret, nanti cari order,
kan lumayan."
Hardi : "emang iya sih kang. ya sudahlah
kang. saya mau pamit dulu, mau langsung persiapan aja buat berangkat."
Suhendra : "okelah kalau begitu. semoga
selamat sampai kembali kesini."
begitulah percakapan malam itu. Hardi
kembali bergegas pulang untuk siap-siap berangkat tamasya bersama para pemuda
dilingkungannya. semoga menjadi inspirasi bagi para sahabat kronik Suhendra
dimanapun berada. sampai jumpa di cerpen edisi Suhendra bukan superman
berikutnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar